Tebing Keraton, Bandung - How to get there?


Tebing Keraton, destinasi yang memang sudah sejak lama saya idamkan untuk dikunjungi, jujur saya termotivasi kesini gegara akun @indotravellers , thank you btw.
Tebing Keraton berada di kawasan Taman Hutan Raya Ir.H.Juanda atau yang biasa disebut dengan Tahura di Desa Ciburial, Bandung. Setelah sebelumnya browsing cari info sana sini, membaca artikel review Tebing Keraton, hingga membuka google maps, Sabtu, 23 Mei 2015 saya dan adik saya mantap berwisata ke sana menggunakan motor karena jarak dari daerah Cisitu Indah ke sana hanya kurang lebih 10km. Perjalanan kami tempuh dalam waktu sekitar 30-45 menit.

How to get there ?

# Dari simpang dago (McD) lurus ke utara ikuti jalan saja, nanti akan ada jalan bercabang ke kanan dan kiri, ambil arah kanan (Dago Pakar)
# Ikuti jalan  akan ada jalan bercabang kalo ke kiri ke Lawangwangi Creative Space ambil lurus saja ikuti jalan
# Ikuti jalan nanti akan ketemu Indomaret, tak jauh dari Indomaret ada Alfamart, dan setelah Alfamart ada jalan dan kalo kamu menemukan papan petunjuk bertuliskan "Warung Bandrek 3,1 km" nah belok kiri saja di Jalan Kordon Pakar (Jalan Pakar Barat)
# Ikuti jalannya nanti akan ketemu EcoCamp di kanan jalan, naik lagi jalan lagi nanti akan disambut "Selamat Datang di Desa Ciburial"
# Jangan terlalu ngebut, pelan-pelan nanti di kiri jalan akan bertemu dengan area parkir Tahura, nah setelah area parkir Tahura akan ada jalan di sebelah kanan yang ada papan petunjuk "Warung Bandrek" , belok kanan di Jalan Bukit Pakar
# Anda akan memasuki kawasan villa-villa mewah dengan jalan yang masih mulus walo dari semen bukan aspal, perjalanan masih jauh? yap lumayanlah.
# Ikuti saja jalannya hingga menemui jalan berbatu, ikuti saja jalannya yang semakin menanjak, setelah perjalanan cukup jauh dan melelahkan kamu akan bertemu pemukiman warga, dan di ujung pemukiman warga kamu akan menemui pertigaan ini, dan menemukan papan petunjuk Tebing Keraton 300m, belok kiri melewati jalan yang mananjak
Pertigaan tanjakan

Kondisi jalan
# Semakin ke atas jalan semakin berbatu tidak teratur dan membuat saya harus turun dari motor beberapa kali dan memilih berjalan kaki dengan alasan keamanan. Oiya jangan heran nanti banyak pemotor parkir di kiri jalan, mereka adalah ojek yang menawarkan jasa untuk naik ke Tebing Keraton, karena mobil sudah tidak bisa lewat, kalo kamu memilih jalan kaki, hmmmm saya sangat amat tidak merekomendasikan, mending ngojek saja :))
# Setelah ketemu Warung Bandrek kamu sudah dekat, naik lagi kamu akan sampai di gerbang dan tempat parkir motor Tebing Keraton dan silakan parkir motor di sana, insyaAllah aman, bapak tukang parkir yang merupakan warga daerah sana baik-baik dan ramah banget ko orangnya.

Welcome to Tebing Keraton

Tiket masuk Tebing Keraton per orang-nya seharga 11rb rupiah, di gerbang ini kamu bisa menemukan toilet dan mushola yang bersih. Dari gerbang kita akan sedikit trekking ke bawah, jalan setapak sudah dibuatkan dengan apik dan tertata indah seperti berjalan di taman, sehingga perjalanan kita menjadi mudah, tenang, medannya tidak berat ko.
Jalan  ke arah Tebing

Setelah menempuh perjalanan maka sampailah kita di Tebing Keraton. Saat kami sampai di sana pukul setengah 10, kawasan ini sudah rame pengunjung.

Suasana Tebing Keraton
Pemandangan hutan hijau yang luas nan indah terpampang di depan mata, sungguh pemandangan yang jarang saya temui, ditambah udara segar dan sinar matahari yang hangat benar-benar membuat saya betah disini. Orang-orang sudah berpose di atas batu, bahkan ada yang melompat pagar pembatas demi berpose dan mendapatkan angle terbaik ala-ala instagram kekinian.
Dan inilah beberapa gambar yang saya ambil...
Menikmati view
View dari atas tebing
Me
Subhanallah indahnya lukisan Allah SWT di bumi ini, فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Suasana ketika hari makin siang
Semakin siang semakin banyak pengunjung yang berdatangan, dan cuaca pun semakin panas. Kami pun memutuskan untuk menjelajah area Tebing Keraton ini dan ini gambar yang saya ambil
Eksplore Tebing Keraton
Tampak Gunung Tangkuban Perahu
My brother
Pemandangan arah balik
Dalam perjalanan pulang, kami tertarik pada sebuah warung sederhana di kiri jalan dengan tempat yang cukup nyaman dan akhirnya kami memutuskan untuk mampir sebentar, lokasi warung kira-kira 300 meter di bawah dari tempat parkir. Warungnya sih tidak ada nama yang terpampang, tapi ketika saya tanya si empunya, warung ini dinamai warung Recohot, entah apa artinya saya tidak tahu dan hasil dari sedikit ngobrol dengan pemilik, ternyata warung ini baru 2 hari buka. Harga makanan dan minuman yang disajikan sangat wajar dan ibu pemilik ini sangat ramah sekali kepada kami.
Warung RECOHOT
Menu RECOHOT

Warung ini berdiri di area seperti lapangan yang cukup luas, beberapa bangku tertata rapi di tempat teduh dan membuat kami nyaman berada disana, selain bangku, pemilik juga menyediakan tempat untuk duduk lesehan.
Oh ya, saking ramah dan baiknya, ibu pemilik warung memberi tahu kami spot lain untuk menikmati pemandangan Bandung dari atas, dan kami pun berasa menemukan sudut rahasia, alhamdulillah betapa beruntungnya kami, here it is ...
Found beautiful secret spot

Menikmati segarnya udara Bandung
Another secret spot view

Info and Travel tips :
# Waktu terbaik untuk ke sini ya pagi sekitar jam 6 dan sore hari
# Hindari kesini pada saat musim hujan, you know why
# Karena medannya berbatu, better kenakan sepatu olahraga agar trekking nyaman
# Bawa air mineral, lebih baik minuman ion
# Parkirlah di dekat gerbang, jangan yang di pos dekat Warung Bandrek, biar gak perlu jalan maksutnya

Notes : all pics taken by me

Wisata Kuliner Bogor

Good afternoon, good people!
Rasanya baru pertengahan April lalu ke Bogor, tapi awal Mei tepatnya 2 Mei 2015 saya ke Bogor lagi. Tujuan kali ini benar-benar wisata kuliner. Jalan-jalan saya kali ini tidak hanya bertiga tapi bersama teman-teman kantor yang lain dan menggunakan mobil untuk menuju ke sana. Perjalanan sekitar 1 jam, alhamdulillah perjalanan lancar tidak ada macet yang berarti. Dari Jakarta kami beranjak sekitar pukul 08.30 dan sampai di Bogor kira-kira pukul 09.30.
Karena sebagian dari kami belum sarapan, kami memutuskan untuk meluncur ke salah satu toko roti legendaris yang menjadi oleh-oleh wisatawan kalo berkunjung ke Bogor. Roti Unyil Venus. Begitu memasuki toko yang berada di dekat Ekalokasari Plaza kami disambut jajaran nampan berisi tumpukan roti unyil yang terpajang manis di etalase, mmmm sangat menggoda. 



Tak lama kami langsung mengambil "nama antrian" ya "nama" bukan "nomor", karena setiap pelanggan akan dilayani oleh seorang pelayan toko secara khusus, jadi kita akan dilayani oleh pelayanan too yang nama nya tertera pada kartu antrian yang kita terima, lucu ya :D
Okay, beberapa dus berisi roti unyil nan lezat sudah di tangan, bahkan sudah dilahap oleh kami di tempat. Sekedar info, harga roti unyil per piece adalah Rp 1.500,-, cukup murah kan ya, dan yang paling saya sukai adalah toping roti disini melimpah, sehingga setiap varian benar-benar nyata rasanya. Oh ya, tak lupa kami membeli es dawet yang nangkring tepat di toko Venus.
Pamer roti unyil :D

Destinasi kami selanjutnya adalah Momo Milk yang katanya sih lagi nge-hits di Bogor. Kami tidak berkunjung ke barn Momo Milk tapi kami mencari store-nya di Bogor Junction. Jujur saja begitu saya masuk ke arena foodcourt Bogor Junction saya salah fokus, saya malah lebih tertarik pada interiornya yang didesain sangat homey dan menarik.
Food Arena Bogor Junction
Food Arena Bogor Junction

Sebagai orang yang pernah tinggal lama di Jogja, Momo Milk ini mengingatkan saya pada Kalimilk, tapi tetep, saya lebih suka Kalimilk, maaf yaa buat penggemar Momo Milk hehe.
Milkshake Momo Milk
Okay selesai bercengkrama sambil minum susu, destinasi selanjutnya adalah Toge Goreng. Ketika teman saya merekomendasikan Toge Goreng, yang terlintas di pikiran saya adalah gorengan isi toge, apa istimewanya kan? Dan begitu sampai di warung Toge Goreng yang letaknya di seberang Bogor Junction, ternyata saya salah, haha. Toge Goreng adalah makanan khas Bogor yang terdiri dari tahu, bihun, mie kuning, dan pastinya toge dengan takaran melimpah, bahan-bahan tersebut dicampur dengan bumbu kacang dengan rasa yang menurut saya pedas (karna saya gak kuat pedes). Oke, kamus kuliner saya bertambah dan Toge Goreng bukanlah gorengan, haha!
Toge Goreng khas Bogor

Kenyang usai menyantap Toge Goreng, kami cooling down dulu dengan berkeliling kota menjelajah kawasan kuliner di Bogor yaitu di Jalan Ahmad Sobana kalo orang Bogor menyebutnya daerah Bangbarung Raya, salah satu kuliner yang terkenal di kawasan itu adalah Bakso Boboho.

Puas berkeliling kami memutuskan untuk singgah di Kedai Kita, karna saya ngidam pizza kayu bakar-nya, ya boleh dibilang saya adalah penggemar berat pizza kayu bakar di Kedai Kita semenjak pertama kali saya mencicipinya. Kami memutuskan untuk takeaway dan kebetulan saat itu kedai sedang penuh-penuhnya dan deretan waiting list sudah panjang. Sembari menunggu pesanan, kami memanfaatkannya untuk jalan-jalan di cafe-cafe sekitar. Kami pun mampir ke cafe Pia Apple Pie dan Alania Choco Lava. Saya tak akan membahas Pia Apple Pie karna saya telah membahasnya di post sebelumnya.
Giliran Alania Choco Lava, cafe yang masih satu deret dengan Kedai Kita ini menawarkan produk andalannya yang tentu berbahan dasar coklat, yup choco lava. Cake yang sedang ngetrend ini membuat saya tergiur untuk mencobanya. Selain choco lava saya juga membeli Choco sandwich. Tak hanya produk berbahan coklat saja yang dijual di cafe ini, frozen yoghurt dengan berbagai rasa pun turut meramaikan.
Alania Choco Lava cafe
Choco Sandwich
Destinasi makanan berat selanjutnya adalah Mie Aceh (yang sebenarnya tujuan utama kami ke Bogor). Mie Aceh yang akan kami tuju berada di jalan Paledang. Namun sesampainya disana warung tutup, pupus sudah harapan haha. Usai sholat Dzuhur di masjid yang berada tepat di sebalah warung Mie Aceh kami langsung memutuskan untuk move ke destinasi akhir yaitu Ah Poong, Pasar Apung Sentul City. Trip ke Bogor kali ini saya benar-benar tak tau sama sekali mau dibawa kemana saja, benar-benar buta Bogor, beruntung salah satu teman kami pernah tinggal lama di Bogor , dia bagaikan guide kami hari itu haha. Begitu saya googling apa itu Ah Poong sontak saya excited karna tempatnya sangat menarik. Dan benar, sesampainya disana, empat jempol deh buat pengelola Ah Poong.
Begitu masuk kawasan Ah Poong, kita akan disambut taman rindang dengan beberapa patung-patung besar yang menghiasinya, sungguh tempat wisata keluarga yang menyenangkan. Ah Poong ini terdiri dari dua sayap yang dipisahkan oleh jembatan gantung.
Ah Poong Pasar Apung Sentul City
*diambil dari atas jembatan gantung*
Ah Poong ini semacam food court dengan berbagai jenis makanan dan minuman yang bisa bebas kita pilih. Sistem pembayaran makanan di sini menggunakan card yang harus kita top up dulu di counter, jadi sebelum membeli makanan pastikan card di bawah ini sudah dalam genggaman tangan anda dan terisi sejumlah saldo.
inside Ah Poong


Berbagai makanan mulai dari jajananringan hingganmakan berat seperti sop buntut, kwetiauw, nasi goreng, sate, dll ada disini, minuman pun tersaji sangat variatif. Harga makanan berkisar antara 30rb - 70rb per porsi.Suasana yang nyaman, teduh, dan diiringi dengan musik jazz membuat kami betah berlama-lama disini.

Perut sudah terisi kami pun menjelajah area Ah Poong, dan kami beranjak ke taman belakang, ternyata view di belakang tak kalah indahnya dengan view di depan kami tadi. Pengunjung dapat bermain dayung sampan bersama keluarga di sungai buatan ini, cukup dengan biaya sukarela maka kita akan diantar berdayung sampan mengelilingi Ah Poong. Benar-benar tempat wisata dan tempat kuliner yang recommended untuk keluarga. Kalau saya  sudah berkeluarga rasanya ingin sekali bisa mengajak anak-anak ke sini :D
Area belakang Ah Poong


Usai sudah wisata kuliner kami hari ini, hari sudah sore saatnya kembali ke Jakarta.
Tukang Makan :))



Happy weekend, semoga tulisan ini bisa jadi referensi kuliner di Bogor yah, salam!

Travel tips :
# Bawa bekal snack dan minuman selama perjalanan, kalo gak macet gak masalah bisa mampir kemanapun bebas, lah kalo macet?!
# Bawa payung untuk si kota hujan ini
# Biar gak boros, top up card Ah Poong secukupnya, karna kalo diisi banyak, kita punya kecenderungan untuk menghabiskannya *sok ngomong ekonomi :P
# Mumpung di Bogor cobalah kuliner di daerah Bangbarung Raya
# Biar gak kena antrian panjang, kalo mau ke roti unyil Venus mending pagi-pagi kayak kita tadi, sekitar jam 09.30 an, gak terlalu rame
# Kalo mau ke Kedai Kita, hindari jam-jam makan siang apalagi pas weekend, dijamin waiting list, trust me!
# Siapkan destinasi B,C,D,.... kalo tiba-tiba destinasi A batal

Kuliner Taman Kencana Bogor

Masih lanjutan dari tulisan sebelumnya, kami akan mengisi perut ke daerah kuliner terkenal di Bogor, yap di Jalan Pangrango atau biasa disebut kawasan Taman Kencana. Untuk menuju kesana, kami naik angkot 08 A dari Pintu Masuk 3 Kebun Raya Bogor. Taman Kencana tak jauh dari kebun, hanya menempuh waktu sekitar 5 menit saja.
Kami menghentikan angkot di depan "KEDAI KITA", yap benar kami akan menyantap Pizza Kayu Bakar yang terkenal itu hehe. Kami datang di waktu yang "tepat" hampir semua kursi penuh, rame sekali, kami pun harus menunggu sejenak sebelum akhirnya mendapatkan kursi. Kami langsung memilih menu dan memesan Pizza Kayu Bakar BBQ Smoked Beef. Tak lama pesanan datang, tanpa basa basi, tanpa foto-foto kami langsung melahap pizza nya hingga habis. Benar kata orang-orang, pizza ini sangat lezat, keju mozarella melimpah di atas roti pizza yang tipis, benar-benar tak butuh waktu lama untuk menghabiskannya. Karna kami merasa masih lapar, kami pun memesan menu tambahan yaitu stromboli hawaiian, (maaf kalo terlihat rakus, haha).
Setelah kenyang kami melanjutkan mampir ke PIA Apple Pie yang ada di seberang Kedai Kita. Biscuit Pie menjual berbagai varian rasa pie, interior store ini pun sangat lucu dan membuat pelanggan betah untuk nongkrong disini. Saya pun membeli Biscuit Pie Nutella Hazelnut sebagai buah tangan.

Jalan Pangrango
Deretan cafe, tempat nongkrong di Jalan Pangrango



PIA apple pie store
sneak peek interior PIA apple pie
Selesai dari kedua tempat itu kami melanjutkan berjalan kaki menuju cafe Lasagna Gulung. Lokasi Lasagna Gulung tidak di Jalan Pangrango namun di Jalan Salak (tak jauh dari Jalan Pangrango, masih di kawasan Taman Kencana) tepatnya di belakang Macaroni Panggang (MP).
Kebetulan gerimis turun dan kami membutuhkan tempat berteduh, sebenarnya tak ada yang ingin makan lasagna karna perut kami benar-benar sudah penuh. Kami hanya memesan minuman dan sedikit camilan yaitu Uli bakar. Sebagai orang jawa saya tak tau apa itu "uli" dan begitu pesanan datang ternyata uli adalah jadah kalo orang jawa menyebutnya.
Uli Bakar dengan Sambal Oncom
Benar-benar perpaduan yang tepat, secangkir cappucino, uli bakar dan hujan. Saya sungguh menikmatinya, ditambah bercengkrama dengan kedua teman saya. 

Satu hal yang sukai dari kawasan ini, kawasan ini terdiri dari rumah-rumah kuno, namun berhasil mengubahnya diubah menjadi cafe-cafe cozy dan unik yang menghadirkan kuliner yang tidak sembarang. Salut.

Hujan sudah reda, kami memutuskan pulang, namun sebelumnya Kiky pergi ke store MP untuk membeli macaroni panggang.
Usai sudah kulineran kami, kami memutuskan untuk ke stasiun Bogor, untuk bisa mendapatkan angkot kami harus berjalan kaki menuju ke jalan utama, sekitar 10 menit jalan. Angkot untuk ke stasiun Bogor adalah angkot 08A. Dan kami pun beranjak kembali ke Jakarta menggunakan kereta pukul 16.37.
Kami pun pulang dengan perut super kenyang, alhamdulillah :)

Travel tips :
- PIA apple pie : pembayaran via card hanya bisa untuk bank BCA dan Mandiri dengan pembelian minimun 100rb, jadi sediakan uang cash di dompet anda kalo tidak memenuhi syarat itu
- Biscuit pie hanya tahan 1 minggu, dan 2 minggu bila di kulkas

Teduhnya Kebun Raya Bogor

Sabtu, 11 April 2015
Bogor. Ya, kota hujan ini sudah saya idam-idamkan untuk dikunjungi sejak beberapa bulan lalu namun belum sempat terealisasi. Dan hari inilah keinginan saya untuk main ke Bogor terwujud. partner trip saya kali ini adalah Kak Bilqis dan Kiky.
Berangkat pukul 08.00 menuju ke stasiun Juanda, lalu membeli Tiket Harian Berjamin (THB) KRL jurusan Bogor seharga 15rb rupiah (10rb biaya Jaminan + 5rb harga tiket tujuan Bogor). Perjalanan kami tempuh kurang lebih 1,5 jam. Dan ini adalah pertama kalinya saya naik KRL, memalukan ya?! Hahaha.
Setibanya di Stasiun Bogor kami memutuskan untuk berjalan kaki ke tujuan pertama kami, Kebon Raya Bogor, karna kata Kiky lokasinya dekat :)) 
Namun ternyata salah, jarak dari stasiun ke Kebon Raya memang dekat, tapi pintu masuknya jauhnya minta ampun, dalam hati "kenapa gak naik angkot dari tadi?!" haha but it's okay, kalo tidak begini tidak akan ada cerita.
Keringat sudah membasahi tubuh, setelah kurang lebih 20 menit jalan kaki, akhirnya kami menemukan Pintu Masuk 1 (sujud syukur). Kami langsung merogoh kocek untuk membeli tiket masuk seharga 14rb rupiah untuk dewasa. 
Hawa teduh, rindangnya pepohonan, hijaunya pemandangan langsung menyambut begitu kami melangkahkan kaki masuk ke kawasan ini. Benar-benar mengusir penat dan menghilangkan stress. 


Hijau oh hijau

Taman di salah satu sudut
Sebenarnya saya sangat ingin sekali masuk ke kawasan Istana Bogor namun karna terlalu jauh dan kami pun sudah kelaparan, kami memutuskan untuk berjalan ke rute lain. Kami menuju ke jembatan gantung yang selalu dijadikan tempat berfoto.

Jembatan Gantung Maks. 10 orang :))
Sungai di bawah jembatan gantung
Gemericik air sungai, suara yang sudah jarang saya dengar, betapa damainya berada disini. Kami melanjutkan jalan-jalan dan berujung pada kawasab ini, entah apa namanya sedari tadi saya tidak memperhatikan petunjuk arah karena sudah terlalu sibuk menikmati teduhnya Kebun Raya Bogor.
Kiky, me, Kak Bilqis
 2 jam sudah kami berkeliling, kaki sudah gempor, perut keroncongan dan gerimis kecil mulai turun, Akhirnya kami memutuskan untuk keluar dan melanjutkan ke destinasi selanjutnya, walo sebenarnya saya ingin menjelajah seluruh area *mumpung disini.
Sekian jalan-jalan kami di Kebun Raya Bogor, have a nice day :)


Travel tips :
- Wajib bawa payung, namanya juga kota hujan
- Cek saldo e-money mu untuk naik KRL, minimal 11 rb untuk bisa digunakan

- Daripada ngos2an jalan kaki, mending naik angkot jurusan 03 dari stasiun menuju ke kebun raya,serius
- Siapkan uang kecil untuk bayar angkot
- Bawalah air minum jika tidak ingin kehausan selama jalan-jalan, karna cukup sulit menemukan 
   pedagang minuman di dalam kebun
- Gunakan pakaian yang menyerap keringat dan sepatu yang paling nyaman
- Aplikasikan sunblock jika tidak ingin kulit gosong