Secuil Memory via Twitter

>> Baca twit dari bawah

Twit from @harjunacandra

yang seharusnya gak sampe 30 jam pun bisa jadi 220 jam. Cc : @deaalbina

Manipulasi, anggep saja puasa kemaren gak batal @deaalbina  

Hei baling-baling bambu #SerupaTapiTakSama @reizafitriana

Bosen, gak tau mau apa?ada doraemon yang siap menghibur @reizafitriana 3 days ago
 
Gak usah dipancing pun akhirnya temen baiknya cerita sendiri @luthfirizal @aninditayana @kekeziambara dan rio 

Gak dapet petunjuk, pergi ke sub unit lain nyari bahan perkepoan @luthfirizal @aninditayana @kekeziambara dan rio 

Nganggur, ngepoin mbak2 yang akhirnya di cinlok in ma anak bendahara masjid @aninditayana

Lalu nikmat tuhan apakah yang kamu dustakan? #bakarsampah @respriari @ahmad_spu

Bakar sampah sendiri ditemani lala, ivan, dan hanip. akhirnya si teman lari meninggalkan TKP #whatisyourexcuse? Cc : @respriari


Eh ternyata kantong ajaib, lihat ada doreaemon @reizafitriana

Bakar salak,bakar sendok, bakar es teh, bakar roti yang katanya bisa kempes. Ini tempat sampah atau kantong ajaib? @respriari @ahmad_spu


Dipanggil bu dukuh, dah deg2an mau ditanyai atau gimana, ternyata suruh buang sampah. @respriari @ahmad_spu

 Hape 3x restart dalam 1 menit, hapenya dapet ya mas??sensi bgt @respriari 


1 hape dijadiin access point terus digangbang 4 laptop sampe megap2 Cc : @aninditayana

Moment of silence, for our sister in the friendzone. Cc : @aninditayana     

FTV, si kembang desa suka sama si ganteng, dan si alim pun tidak bisa berbuat apa2 dan pasrah @respriari @ridhokurnia11 @aninditayana     

Tapi ada yang suka dengan pemilik rumah #upps @aninditayana     

Disukai anak umur 3 tahun, kelas 4 sd, semester 3, sampai pemilik rumah pun suka. @ridhokurnia11     

Beli es : yang ganteng mau dikasi es gratis, yang alim dikasi oleh2, yang mesum kresek pun tak didapat @respriari @ridhokurnia11 @ahmad_spu     

Disub unit tetanga udah sampe bab 3, disini “nunggu agustus, nunggu tanggal ganjil, nunggu digimon” @ahmad_spu     

Nemenin nonton digimon sambil nyetani biar gak usah ngerjain skripsi @ahmad_spu     

Akhirnya gak jadi kultum shubuh, padahal dah ganteng siapin materi @ridhokurnia11     

Horor adalah program setengah 5 sore. Cc : @aninditayana @deaalbina @respriari @ridhokurnia11 @reizafitriana @budirodesta @ahmad_spu @nova     

Yang lainnya tadarus abis shubuh, si ganteng tidur di tempat tidur Cc : @respriari @ridhokurnia11 @ahmad_spu @aninditayana     

The junubers, sinetron terbaru indosiar tentang pengendali junub Cc : @respriari @ridhokurnia11 @ahmad_spu     

Kalau mas nya yg galau udah tidur, dilanjutin obrolan mesum yg dimoderatori mas ahmad Cc : @respriari @ridhokurnia11 @ahmad_spu     

Kalau Malem-malem, gak bisa tidur. Ngegalau ngomongin temen sma yang gak mau diajak makan. Cc : @respriari @ridhokurnia11 @ahmad_spu     

Beli modem : “ habis lebaran”, Ngajak pergi : “abis lebaran”, tak punya pun tak apa2,masih ada abis lebaran #NyanyiGayaDeaAnanda @respriari     

Kalo udah dikumandangkan adzan mesti ada yang teriak ‘ineeeeeeeeeeeem’, emg nya gueh pelayan sekseeeh getooh. Cc : @respriari     

rapat pertama kaget ada faank (vokalis wali) @aninditayana @deaalbina @respriari @ridhokurnia11 @reizafitriana @budirodesta @ahmad_spu @nova     

Ngetweet nyampah tentang KKN boleh ya cc : @aninditayana @deaalbina @respriari @ridhokurnia11 @reizafitriana @budirodesta @ahmad_spu @nova     

KKN sub unit pager jurang, udah seminggu ya @aninditayana @deaalbina @respriari @ridhokurnia11 @reizafitriana @budirodesta @ahmad_spu @nova     

Pagi-pagi,hari selasa. inget sebulan lalu @aninditayana @deaalbina @respriari @ridhokurnia11 @reizafitriana @budirodesta @ahmad_spu @nova

Twit from @deaalbina
Masak indomie goreng, inget hari pertama makan malem bareng @aninditayana @reizafitriana @ahmad_spu @harjunacandra @ridhokurnia11 nova&budi


Twit from @reizafitriana
@deaalbina @aninditayana @ahmad_spu @harjunacandra @ridhokurnia11 @respriari kmrn ada baju yg masih wangi ikky laundry, lgsg kangen :( 
 

From Me
Arti nama Anindita adalah A artinya tidak, Nindita artinya *sensor* #palinginget cc: mamad, ridho
Wow, ada bonus di laundry an dan nambah biaya 3000! cc : nova, mamad
Hei ada abu-abu di dalam kamar mandi, ambil gih! cc : ridho
Ke kamar mandi jam 12 teng itu pamali,langsung lari serentak #ngakak cc: rere, ridho
Tiap jam 16.30 pintu kamar diketok-ketok dan ada yg triak dari luar "Ayo TPA!" cc : restu

 


Bocah-bocah Pagerjurang

 Cakil, Kormasit (Koordinator Mahasiswa Sub Unit) tergemblung, tersableng dan ter-kepo se Indonesia yang baik hati, tidak sombong, bertanggung jawab, agak weng, bullyable plus suka membakar sampah :P Paling gampang kedinginan tiap pagi, paling nyantai, agak rusak, dan paling sering diancam sama seseorang di negeri far-far away sana,hahaha.
Candra a.k.a Cakil



 Restu, ustadz nya sub unit Pagerjurang yang paling rajin ke masjid, rajin nagajakin ke masjid juga, anti ghibah, suka dengan anak-anak dan paling galau se pondokan. Di dusun punya anak yang namanya "Lala". Anak kesayangan seluruh warga Dusun Pagerjurang, ecieeeeh!
Restu
 Ridho, bocah tengil sok kecakepan yang punya banyak fans di dusun dari kalangan anak kecil sampe tua semua ada, hobi ngajak main kartu 24 dan wajib pulang kos tiap malem minggu. Ketengilan tidak bisa ditandingi dari pagi sampe malem ga ada abisnya, baru bisa diem kalo sakit. Satu-satunya bocah yang punya jurus tepe-tepe random yang ga bisa dikeluarin bocah lain.
Ridho
 Mamad, anggota tertua #eh, abang yang punya peliharaan hamster (Momo) di pondokan, hobi tidur, nonton Digimon (sampe skripsi ditunda2), apal banget lirik-lirik lagu sampe suka ngerap dan ngerock ga jelas, tugasnya di pagi hari adalah pake headset sambil membuang sekuintal sesuatu dengan waktu yg cukup lama dan bikin antre,haha. Partner tengilnya Ridho dan paling galak sama anak-anak tapi pengetahuannya luas banget.
Mas Ahmad a.k.a Mamad
 Nova, bisa dibilang ga ada Nova ga KKN,haha. Program kami yang mayoritas bergerak di perikanan sangat terbantu oleh kehadiran Nova di tengah-tengah kami. Tangkas banget kalo ngerjain pekerjaan rumah, kemana-mana earphone nancep di kuping dan hobi nyanyi2 sendiri. Punya ritual khusus abis mandi dan punya singgasana khusus di kamar. :P
Nova
 Dea, partner ku belanja dan memasak. Di pondokan Dea ga bisa kramas, karena airnya dingin dan dia bakal sakit,wkwkwkwk. Jago banget manipulasi, punya ide-ide briliant dalam memecahkan masalah, sedikit buta arah,haha dan paling concern sama urusan makan sepondokan, that's why we call her "Mama".
Dea
 Rere, cewek paling kecil imut yang dikasi julukan Doraemon sama temen-temen sepondokan ini bangunnya paling 'rajin' di antara kami para cewek,haha. Rere rajiiin banget nyiapin peralatan makan tiap mo makan. Tidur paling malem tapi bangun paling awal tiap sahurdan rajin ambil makanan ke tetangga sebelah. Yang khas dari Rere adalah "AYAM MARYATI" nya yang mantaaafffh!
Rere
 Budi, paling rajin nyuci piring karena dia ga tahan sama piring kotor yang ga buruan dicuci. Jago banget masak nasi, bukan pake magic com lho, tapi pake dandang, ditanak bener-bener gitu, masaknya pake waktu juga, ontime sekali. Dia paling ngeh sama peraturan dari LPPM dan paling paham sama isinya buku panduan KKN.
Budi
 Dita, ya this is me. Punya panggilan Umi. Korban ketengilan, kebengisan dan keusilan Ridho dan Mamad, Korban kepo-an Cakil. Partner belanja dan masaknya Dea. Partner program, laundry,dll nya Nova dan Rere. Any comment?? haha
Me :)

Anak ini bernama "Lala"


Ya, anak ini bernama "Lala". Pertama kali kami bertemu kami bertanya siapa namanya dan ia selalu menjawab dengan mengucapkan kata "Lala". Dan begitulah hingga akhir KKN kami memanggilnya Lala. Dari raut mukanya dia terlihat seperti anak normal biasa, namun sebenarnya tidak. Entah apa nama penyakitnya tapi yang jelas dia tidak senormal temannya yang lain,namun syukurlah dia sekolah. Dia suka meminta makanan pada warga, dengan menengadahkan tangannya sambil berucap beberapa kata sebisanya. Anak ini terlihat kurang bersih, tampak jarang mandi dan (maaf) kadang bau. Setiap pagi dia selalu melongok ke jendela pondokan kami hanya sekedar untuk menyapa kami,teman-teman barunya, atau meminta makanan kami. Dia rajin sekali bertanya ini apa itu apa,haha menggelikan bila melihat teman2ku menjawab satu persatu pertanyaannya. Sesekali aku melihatnya membawa makanan berupa nasi dengan lauk pauk yang dibungkus plastik dan dia memakannya dengan menggigit lewat ujung plastik yang telah diikat itu,sangat menyedihkan, entah dari siapa makanan itu,mengapa tidak dengan piring dan disuapi seperti anak-anak yang lain?!
Lala and me


Lala dengan nasi bungkus plastik di tangannya
Sungguh menyedihkan bila mengamatinya. Lala sering kali dikucilkan oleh warga bahkan teman2 sebayanya karena kadang dia nakal. Aku mengamati kelakukan nakal Lala adalah salah satu bentuk perlindungan diri Lala dari ancaman yang dia hadapi, misal saat dia dibentak-bentak warga atau diolok-olok temannya Lala berubah sikap dengan meludahi teman2nya bahkan melempari dengan batu. Itu yang membuat dia semakin dikucilkan dan dianggap nakal, kadang dia sering diusir ketika ingin ikut bermain dengan teman2nya. Apabila merasa tertekan maka dia akan menjedotkan kepalanya dimanapun, pernah aku melihatnya berulang menjedotkan kepala di tembok, di lantai, di almari bahkan warga cerita Lala juga sering menjedotkan kepala di aspal, astagfirullah mengenaskan sekali kelakukannya.
Aku penasaran bagaimana keluarganya,mengapa dia tampak begitu kurang perhatian hingga dia bisa bermain dengan kondisi seperti itu, muka masih belepotan, baju lusuh tampak terawat, tanpa alas kaki, tangan selalu kotor. Dan hingga suatu saat akhirnya kutemukan jawabannya, Lala ternyata anak kedua dari 3 bersaudara, dia adalah satu-satunya yang kurang normal. Orang tuanya bekerja sebagai buruh tani, Ibunya telah meninggal dunia karena sakit, dan bapaknya telah menikah lagi, memilukan mendengarnya. Dari cerita tetangga, orang tua Lala tidak begitu memperhatikan Lala, apalagi status ibunya adalah ibu tiri, tak heran bila Lala menjadi seperti itu. Air mata ini menetes mendengar cerita seperti itu, sungguh memilukan aku tak tahan bila melihat dan mengamati Lala terlalu lama, aku lebih suka bermain dan meladeni apa keinginannya.Aku sedih aku tak bisa memberikan yang lebih pada Lala selama KKN, aku hanya bisa mengajarinya mencuci tangan, mencuci muka, membuang sampah pada tempatnya, menyuruhnya pulang agar istirahat, dan meladeninya bermain. Semoga Lala bisa sembuh dan normal seperti lainnya. Aku berharap kalian yang membaca tulisan ini turut berdoa akan kehidupan Lala nantinya hingga tua agar memperoleh kehidupan yang baik. Amiin.

Dinda, teman main Lala
Catatan : tidak semua warga jahat pada Lala, banyak juga warga yang baik hati, mereka memandikan Lala, memberinya pakaian dan makanan, dan mendidiknya berperilaku baik.
Lala memiliki teman bermain satu-satunya bernama Dinda.
Lala menganggap salah satu temanku sebagai Bapaknya, karena dia sering meladeni Lala.
Yuyun adalah nama asli Lala.

Bersejarah

Halaman depan
Ruang tamu a.k.a markas
Pondokan kami, rumah bu dukuh, merupakan rumah kakek dari ibu dukuh kami. Ibu dukuh berusia sekitar 40 an, bisa ditebakkan berapa usia rumah ini. Rumah kokoh nan antik ini pernah dijadikan kantor kelurahan pada masa penjajahan Belanda, kemudian keluarahan berpindah ke Nepen.
Rumah ini jgua pernahh digunakan sebagai gedung sekolah pada masa penjajahan Belanda juga.
Rumah ini pernah digunakan sebagai tempat pengungsian saat Belanda melakukan penyerangan di tanah D.I. Yogyakarta.
Di bagian barat rumah terdapat bekas kebakaran, rumah ini dulu sempat akan dibakar oleh Belanda namun untungnya hanya bagian barat itu saja tidak menyeluruh.
Simbah, kamimenyebut bapak dari ibu dukuh, sengaja tidak mengubah struktur rumah ini terutama baggian depan dan tengah, sekalipun itu hanya dikeramik, beliau enggan mengubah rumah ini karena sudah terlalu banyak nilai sejarah yang hadir di rumah ini. Sungguh unik dan istimewa pondokan kami.