Filosofi proses skripsi

Mengerjakan skripsi itu banyak jatuh bangunnya...

Sebuah bola cahaya yang saaaangat terang terletak di atas tanah
Sometimes bola cahaya itu masuk ke dalam tanah terkubur perlahan dari sepertiga, setengah, hingga hampir seluruhnya terkubur
Kalau aku tidak menggali tanah itu dengan baik dan cepat maka bolanya akan semakin terkubur dan susah sekali untuk membuatnya muncul
Maka dari itu ketika bola itu terkubur sedikit aku akan segera mengerahkan kekuatanku dan kecepatanku untuk menggali tanah itu dan mengambil bola itu sampai aku bisa menggenggamnya sangat erat dan tak lagi jatuh ke tanah. :)

#Bola cahaya itu skripsi
#Tanah itu ilmu yang harus kau gali setiap saat

Pencerahan skripsi itu tak akan datang kalau kita tak berdoa dan berusaha
Dan ketika suatu masalah muncul dalam pengerjaan skripsi jangan ragu untuk segera menyelesaikannya
Semakin kau tunda semakin dalam masalah yang akan terjadi

Ketika rasa saling peduli mulai sirna...

Saling peduli, saling berbagi, saling menolong dan membantu. Apakah mereka salah? Apakah mereka hal yang berat dilakukan? Apakah malas membuatmu enggan melakukkannya? Tak perlu muluk-muluk dulu deh, cukup dengan BERTANYA saja itu sudah menunjukkan kepedulian.

Suatu hari, 10 April 2013. Telah terjadi sesuatu yang baru pertama kali aku dan temanku alami dalam hidupku, sesuatu yang besar yang membuat kami amat bersyukur diberi kesempatan itu oleh Allah SWT. -skip the story-

Sedih rasanya menemui beberapa orang yang tidak memiliki rasa seperti itu, tak mau sedikitpun bertanya kenapa, menengok saja tidak! Mereka hanya pura-pura tak melihat dan tak mau ikut camput tentang apa yang sedang terjadi saat itu, sungguh menohokku mengetahui mereka seperti itu. Mereka hanya bisa menuduh, men-judge dan memaki sebisanya, tak pernah mereka memikirkan atau sedikit menganalisa tentang apa yang sebenarnya dialami, mereka terlalu cetek berpikir, terlalu cepat menghina. Padahal kalau mereka mau mencoba bertanya, mereka akan mengerti apa yang namanya sebab, alasan, dan kenapa.

Ya benar saja kalau sampai ada acara Bagi-Bagi Berkah itu ya ini salah satu penyebabnya, karena rasa saling peduli sesama itu mulai sirna, kalau ini dipertahankan mau jadi apa umat manusia ini....

Bukankah sebagai manusia kita diciptakan untuk hidup berdampingan, saling membantu, saling menolong, peduli satu sama lain, mau berbagi bersama???

Yang aku tekankan disini, jangan menge-judge seseorang terlalu cepat, ketahuilah dulu penyebabnya apa, mengapa, dan apa yang sedang dialami, bentuk seperti ini merupakan suatu kepedulian sepele yang bisa membawa suatu kebaikan yang sangat besar. Satu kalimat tanyamu akan membantunya beribu-ribu besarnya.