Aku dan Kantor


Ini dia yang saya lakukan sehari-hari di kantor, duduk di depan meja dengan monitor komputer besar di depan saya (padahal sebenarnya saya bukan tipe orang yang suka duduk berjam-jam di depan komputer,haha). Berkutat dengan banyak dokumen, monitoring, laporan, belum lagi disposisi yang tiba-tiba jatuh bertubi-tubi di atas meja saya.

Sudah hampir 9 bulan saya bekerja di perusahaan ini, kalo bayi di kandungan mungkin sudah saatnya lahir ya, tapi kalau saya, saya masih harus belajar, belajar banyak untuk lahir menjadi manusia yang cerdas dan bisa diandalkan, diandalkan orang lain, calon keluarga nanti, dan diri saya sendiri.

Saya bekerja di bidang IT, bukan bidang yang merupakan background pendidikan saya, karna saya adalah lulusan Teknik Elektro sub Telekomunikasi. Jujur saja hingga saat ini pun saya masih merasa minder bekerja di unit ini, unit dengan banyak programmer dan para insinyur jaringan komputer yang mahir membuat aplikasi, mengatur bandwidth jaringan, setting server dan lainnya. Kadang dalam hati saya bilang saya salah nyemplung disini, tapi saya slalu teringat kata-kata atasan saya "Jangan pernah merasa salah berada di suatu tempat, karena kita tidak tau rahasia Allah"
Dunia ini termasuk baru bagi saya, saya yang tidak menyukai yang namanya programming.
Tapi disini saya dituntut untuk bisa programming oleh atasan saya hingga saya diikutkan pelatihan SQL Server, kesan pertama belajar ini adalah yah menyenangkan juga ternyata.


Meskipun demikian saya sangat bersyukur karena ditempatkan di unit non-teknis, saya ditempatkan di unit IT Planning & ERP Dept. Dan lagi saya juga agak merasa salah disini, karena seharusnya yang berada di unit ini adalah pegawai-pegawai dengan jobclass 9, sedangkan saya masih jobclass 11, saya kadang merasa tak enak dengan senior-senior jobclass 9 yang tidak ditempatkan disini. Entah apa yang menyebabkan saya ditempatkan disini. Saya benar-benar tak tau maksud Allah atas semua ini, tapi saya yakin ini yang terbaik untuk saya, mungkin ini ujian untuk menuju ke level yang lebih baik.

Di departemen ini, saya lebih sering melakukan pekerjaan berupa evaluasi, kajian, dan analisa mengenai pekerjaan-pekerjaan strategis, jujur saja pekerjaan ini menuntut pemikiran yang tajam dan kritis dan menuntut saya untuk harus belajar lebih banyak atas setiap pekerjaan yang ada di hadapan saya. Selain itu saya juga menjadi penghubung antar departemen, door to door ke sana kemari untuk berkoordinasi dengan para dept.head bahkan unit lain.

Banyak sekali proses jatuh bangun yang sudah saya icipi selama 9 bulan ini, tapi kalau diukur ah pasti tidak sebanyak perjuangan yang sudah duduk di atas sana. Yah memang beginilah yang namanya bekerja, semua pekerja pasti pernah merasakannya. Dan saya selalu ingat kata-kata Group Head saya terdahulu, "Kalau kalian masuk fase dimana nafas mulai sesak, tidak tenang, itu tandanya kalian sedang masuk fase untuk naik, tapi kalau kalian sudah santai-santai itu tandanya kalian ada di fase penurunan"
Kata-kata itulah yang meyakinkan saya bahwa saya sedang mendaki gunung, terengah-engah menuju puncak yang masih teramat jauh terlihat.
 
Ya di sini, di kantor ini saya belajar banyak hal baru, benar-benar baru. Dan saya sangat berterima kasih dikelilingi oleh teman-teman dan senior-senior yang baik hati, selalu mendukung dan memberikan nasihat. Saya menyayangi mereka. Ya meskipun mereka sering menjadikan saya bahan bully-an untuk becandaan di kantor, tak apa lah, yang penting kantor rame dan kita selalu bisa tertawa bersama-sama di tengah banyaknya pekerjaan.

Allah itu selalu punya cara unik untuk mengabulkan doa hamba-Nya, hanya saja kita yang tidak paham. Jadi jalanilah apa ang ada di hadapanmu, berhenti mengeluh, dan tetap semangat. (note to self)

#traveling Kawah Ratu, Lembang, Bandung

Weekend saya kali ini berbeda, tidak diisi dengan jalan-jalan di mall ibukota. Subuh saya sudah beranjak menuju ke stasiun Gambir untuk berkelana dengan kereta paling pagi dengan tujuan .... BANDUNG, yaa saya ingin hengkang sejenak dari "riuh"nya ibukota.
Kereta berangkat tepat waktu, pukul 5.15. Dalam perjalanan saya tak ingin melewatkan pemandangan alam indah yang saya lalui sepanjang perjalanan, bahkan saya sempat mengambil gambar saat kereta melintasi  Jembatan Cisomang
Setibanya di Bandung saya sudah disambut saudara saya dan kami langsung berangkat menuju ke .............
Tadaaaaaaaaaaaa.....


Kawah Ratu. Untuk menuju ke kawah indah yang berada di daerah Lembang ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari pusat kota Bandung. Setibanya di area parkir, kita akan langsung dihadapkan pada pagar yang membatasi antara area parkir dengan kawah, yup itu artinya begitu kita turun dari mobil indahnya pemandangan Kawah Ratu telah menyambut ramah di depan mata, sungguh pemandangan yang memukau. Cuaca cerah, sinar terik mentari dengan udara yang sejuk sungguh menambah indah lukisan alam Kawah Ratu.

Tidak puas hanya dengan mengabadikan gambar dari satu sisi, saya berjalan mengikuti jalan sepanjang pagar dan menikmati indahnya alam kawah ratu dari berbagai sisi dan tak lupa untuk berpose :)


Bangunan seperti monumen tempat adik saya berdiri sebenarnya adalah seismograf, seismograf tersebut berada di dalamnya dan digunakan untuk mendeteksi adanya getaran tanah yang mengindikasikan gempa.

 Saya berdiri di ujung batas kunjungan wisata.

Sudut lain kawah ratu

Eksis lagi.

Setelah puas mengitari kawasan Kawah Ratu dan juga berfoto-foto, kami memutuskan untuk menyelesaikan wisata ini, selain itu cuaca mulai panas karena matahari sudah di atas kepala. Untuk menuju ke area parkir kami mengambil jalan yang berbeda dan kami melewati area pasar wisata yang masih berada di dalam kawasan ini.

Jajaran kios dagangan souvenir di kanan kiri jalan.
Barang yang dijual di sini sangat variatif, mulai dari souvenir seharga 5000an, berbagai jenis topi, aksesoris,  sweater, syal, kaos, hingga makanan, minuman dll. Harga barang disini cukup terjangkau, bahkan bisa saya bilang malah lebih murah dari harga di Jakarta. Di pasar ini saya membeli vest rajut seharga 35rb, sweater wanita seharga 50rb dan sweater pria seharga 65rb, tentu saja harga ini bisa saya dapatkan setelah teknik tawar menawar saya berhasil ;P Murah bukan?! Untuk kaos dihargai sekitar 30rb rupiah.

Salah satu kios pedagang di pasar wisata Kawah Ratu
Di ujung jalan terdapat sekelompok seniman yang memainkan alat musik angklung, benar-benar paket wisata yang komplit :D

Pemusik angklung di kawasan Kawah Ratu
Sebenarnya selain kawah ratu ada kawah-kawah lain lagi yang bisa ditelusuri, namun saat itu karena saya bersama saudara-saudara dengan 2 anak kecil, mereka terlalu lelah untuk menelusuri kawah lainnya. Tak apalah, jika saya kembali lagi ke sini saya berniat akan menelusuri seluruh kawasan Kawah Ratu ini (kalau kuat,haha)
Okay,tak banyak yang dapat saya ceritakan di post kali ini, saya hanya bisa menyarankan : datanglah ke sini!
See you on the next post traveler, adios.


Travel tips :
#Bawalah masker berjaga2 jika kawah mengeluarkan banyak asap belerang
#Siapkan kacamata hitam agar tidak silau
#Hati-hati saat membeli buah kemasan pada pedagang lepas di sana (strawberry,raspberry,blueberry), beberapa buah yang kami beli diberi pemanis buatan (seperti dicelup kedalam air berpemanis buatan) untuk mengesankan bahwa buah tersebut manis
AYO! VOTE PT.ANGKASA PURA I (PERSERO) UNTUK BUMN WEB AWARDS 2014

Click link di bawah ini yak,trus pilih Angkasa Pura I.

RAGUSA Es Italia

Sosok bangunan legendaris sejak 1932
Interior
Spaghetti Ice Cream, can you bear your saliva?! :)))
 
Orange float-Spaghetti Ice Cream-Banana Split
I'm not telling you any story, cause I know my pictures tell you everything. So just come and get it at RAGUSA, JL. Veteran I, No. 10, Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10110.

Museum Gajah

Tak ada rencana sama sekali untuk mengunjungi museum ini, boro-boro berencana, tau lokasi tepat Museum Gajah saja tidak,hahaha, padahal saya kerap melintas Jalan Medan Merdeka Barat.

Berawal dari naik bus City Tour Jakarta dan tetiba bus berhenti di Museum Gajah, saya dan ibu memutuskan untuk turun saja dan spontan memutuskan untuk mampir masuk ke Museum Gajah detik itu juga. Tanpa pikir panjang kami langsung menuju loket tiket, oh ya sebelumnya kami menitipkan barang bawaan terlebih dahulu ke tempat penitipan barang yang terletak tepat di samping loket. Harga tiket sangat murah, cukup dengan merogoh kocek 5000 rupiah untuk dewasa dan 3000 rupiah untuk anak (weekend) kita sudah bisa masuk ke dan menjelajahi seisi museum gajah yang luas.

Wujud Museum Gajah begitu masuk dari gerbang depan
Museum Gajah ini museum yang terawat karena tampak dari tembok-temboknya yang masih utuh, cat yang masih  bersih dan koleksi-koleksi yang terawat.

Ruang pertama yang saya kunjungi adalah ruang di sebelah kiri, di dalamnya berisi perabotan-perabotan lawas nan cantik, saksi sejarah masa lampau. Dilanjutkan ke ruang sebelah kanan, begitu masuk koridor kanan kita disambut oleh pajangan dinding bermotif batik, dari sinilah kita mulai petualangan di dalam Museum Gajah. Pertama kita akan dibawa ke koleksi budaya tiap daerah di Indonesia mulai dari barat hingga timur, kita bisa menjumpai alat musik tradisional khas daerah, baju tradisional, senjata, kerajinan, seni, simbol adat, patung-patung, artefak dan lainnya.
Perangkat pertunjukan wayang kulit lengkap dengan instrumen gamelannya
Lorong museum dengan banyak koleksi di kanan-kirinya
Salah satu koleksi alat musik - SASANDO
Potret koleksi wayang (Right: Batara Wisnu, Left: Batara Guru)

Potret koleksi kerajinan tradisional
Koleksi perahu panjang (entah apa namanya saya lupa)
 Berhubung waktu saya tidak banyak di sini sempat terlintas di pikiran "ini mana pintu keluarnya" karena museum ini luas sekali dan banyak sekali koleksi menarik yang dipamerkan membuat saya ingin segera melihat seluruhnya dalam waktu yang cepat, rasa penasaran ini membuat saya semakin tertarik dan semakin asik menjelajahi museum hingga ke sudutnya.
Di dalam museum terdapat ruangan yang berisi miniatur rumah adat daerah di Indonesia yang terbuat dari kayu dan bambu, sungguh indah.

Beberapa koleksi miniatur rumah adat    


Setelah menyelesaikan ruangan rumah adat ini kita akan dibawa ke ruangan berisi koleksi keramik-keramik kuno dunia berupa peralatan makan, guci, gentong dan sebagainya. (sayang foto yang saya ambil di ruang keramik  terhapus)

Setelah menyelesaikan ruang keramik kita dibawa ke area outdoor yang terletak di tengah museum. Di area ini banyak arca terpajang dari ukuran kecil hingga besar.

Museum Gajah dari dalam (terbukti kalau Museum Gajah memang terawat)
Koleksi arca
Dan berakhirlah penjelajahan kami di Museum Gajah, cukup melelahkan, membutuhkan waktu hampir 2 jam untuk berkeliling (plus istirahat dan foto2 :P ) di dalamnya. Area arca ini adalah ujung penjelajahan di Museum Gajah, sebenarnya saya ingin melanjutkan ke Museum Nasional yang berada tepat di sebelah gedung Museum Gajah, namun karena waktu yang sudah hampir magrib maka saya dan ibu memutuskan untuk pulang.

Ayo kita nikmati Jakarta dengan cara yang berbeda, kalau bosan dengan mall isi hari libur dengan wisata sejarah seperti mengunjungi museum. VISIT JAKARTA! :D

How to get there??
Banyak cara untuk menuju ke Museum Gajah salah satunya dengan bus City Tour Jakarta. Halte bus City Tour Jakarta bisa ditemui di beberapa titik pemberhentian. Saya mengambil halte Bundaran HI, bus melewati jalan MH.Thamrin kemudian berbelok ke Jalan Medan Merdeka barat dan berhenti di halte yang terletak tepat di depan Museum Gajah, mudah kan? Tinggal duduk manis di salam bus yang nyaman ini dan  sampailah kita di Museum Gajah.
Have a nice weekend pals :D


Ibu berpose di depan bus City Tour Jakarta :))




RALANA



RALANA, nama unik ini adalah nama sebuah resto yang baru berdiri di tengah kota Solo, beralamatkan di Jalan Slamet Riyadi no.301, tepatnya di samping X.O Grill, kalau dari arah barat, Ralana ada di kanan jalan setelah Solo Grand Mall, saya sempat kebablasan karena plang Ralana tidak terlalu kelihatan, harus benar-benar menengok ke kanan untuk melihat tulisan besar RALANA di halamannya. Arsitektur resto ini berupa rumah kuno yang diubah indah menjadi sebuah resto dengan interior unik, artistik dan tidak membosankan. Area resto ini ada 4, area indoor, outdoor, VIP meeting room dan sky lounge di lantai dua. Area outdoor suasananya lebih ceria, dihiasi dengan payung warna orange dan biru menggantung di atas, juga kursi warna warninya. Menurut saya, RALANA sukses menciptakan resto dengan suasana yang hangat dan membuat pelanggannya betah berada disana, backdrop pintu kayu kuno menambah suasana hangat di outdoor area.

Outdoor area, dipayungi payung warna warni, cantik....

Sky lounge lantai 2 dengan dapur di bawahnya
RALANA menghadirkan menu western dan asian, harga makanan disini berkisar antara 25-60 rb rupiah dan untuk minuman dari 9-30rb rupiah (cmiiw). Saya dan teman-teman memesan menu ini..
Pasta bolonaigse
Fish and Chips
Lasagna Rendang
Namun menurut saya rasanya seperti pasta-pasta biasa, kalau dibandingkan dengan salah satu restaurant pasta di Yogyakarta masih kalah, dan porsinya kurang banyak.

Oleh-oleh dari Ralana.....kenyang dan....



Have a nice day and love your food :)

Kemuning,Hamparan Hijau Selimuti Bumi

Surakarta tak hanya memiliki Tawangmangu sebagai objek wisata alam yang menarik untuk dikunjungi, area perkebunan teh Kemuning bisa jadi alternatif wisata alam pilihan. Kemuning berada di lereng Gunung Lawu tepatnya di Kecamatan Ngargoyoso,Karanganyar, Surakarta dan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 jam dari kota Solo menggunakan mobil.
Jalan menuju Kemuning tak terlalu lebar, menanjak dan ada 2 tikungan tajam yang membuat pengendara harus ekstra hati-hati. Selama perjalanan kita akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah di bawah. Untuk menuju ke Kemuning kita harus memperhatikan plang jalan agar tidak tersesat, karena kalau tidak kita bisa nyasar ke jalur Candi Sukuh, Candi Cetho, Air Terjun Jumog atau bahkan nyasar naik terus hingga ke Tawangmangu :))
Sebelum menemui bukit-bukit kebun teh ala bukit teletubies jangan ragu, jangan hentikan perjalanan, naik aja terus sampai menemukan pemandangan amazing ini....
pic by anindita
Di sekitar sini, di sepanjang jalan akan banyak warung makan lesehan, dari sate kelinci, sate ayam, warung kopi ada disini, dan akan banyak orang-orang parkir di pinggir jalan untuk menikmati pemandangan indah ini, bahkan hingga masuk tenggelam di antara kebun teh...

sayangnya cuaca agak mendung
Kebun teh ini seolah jadi latar yang sangat sayang kalau dilewatkan untuk berfoto, hamparan hijau luas bak permadani menyelimuti bumi, sungguh memanjakan mata.

Travel Tips:
- Bawa payung siapa tau hujan pas lagi di tengah2 kebun
- Bawa karpet/tikar sendiri siapa tau gak dapet tempat untuk duduk lesehan
- Pilih kebun yang masih sepi agar bisa mendapatkan foto yang indah tanpa keramaian orang
- Mumpung sampai Kemuning jangan lupa mampir ke salah satu rumah teh di sana


Selamat berlibur,
Thanks

Rumah Teh Ndoro Donker - Kemuning

Berawal dari bingung di rumah tanpa kegiatan, saya dan saudara-saudara saya memutuskan untuk berwisata ke Kemuning. Wisata alam ke Kemuning tak lengkap jika tidak mampir ke salah satu rumah teh yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan yaitu Rumah Teh Ndoro Donker. Rumah teh ini berada di Jl. Afdeling Kemuning No. 18, Karanganyar, Surakarta, Jawa Tengah dan sangat mudah ditemukan karena berada di pinggir jalan dan lokasinya masih berada di bawah, belum sampai naik ke atas (jalan ke atas cukup curam) sehingga aksesnya masih mudah. Parkiran luas, halaman luas, meja kursi yang banyak, suasana sejuk,hijau dan nyaman memanjakan para pengunjung yang datang kesini, benar-benar rumah yang tepat untuk relax menikmati secangkir teh. Di rumah bercat putih dengan arsitektur ala Belanda ini dibuat area indoor dan outdoor, pastinya kami lebih memilih outdoor agar feel minum teh di area kebin teh ini lebih dapet :)
Rumah Teh Ndoro Donker (depan)

Outdoor area

Indoor area

Cover menu
Gak terlalu mahal kan ya untuk membayar suasana seindah ini?


Secangkir mint tea

Tea party below the sunshine

Selamat Idul Fitri 1435H

Assalamu'alaikum para blogger dan blogwalker
Saya dan keluarga ingin mengucapkan Selamat Idul Fitri 1435H, mohon maaf lahir dan batin. Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga amal ibadah kita semua di terima Allah SWT dan kembali dipertemukan dengan Ramadhan di tahun - tahun berikutnya.




Gak selfie gak rame,LOL

silly family

silly family,again

Playing Around at The Apron


Kalau kita ke bandara menginjak apron hanya sesaat sebelum akhirnya naik tangga ke pesawat,atau bahkan tak sempat menginjak apron melihat besarnya pesawat-pesawat yang sedang berjajar karna kita menggunakan aviobridge alias garbarata, kali ini aku seneng banget bisa playing around di apron, memang kekuatan id card AP I itu super sekali,hahaha. Hari itu hari terakhir ku dinas di kantor AOB Bandara Juanda-Surabaya. Lokasi kantor ini segaris dengan terminal 1 tapi bangunannya terpisah, alhasil belakang kantor berupa runway dan pastinya ada apron. Berhubung hari ini hari terakhirku dinas, sayang sekali kalau belum ke apron, akhirnya dua teman saya Mas Avies dan Gilang mengajak saya ke belakang kantor, and this is what I've seen.........
Pesawat lagi pada parkir, gambar ini diambil tepat di depan pintu belakang kantor

   
Dan inilah pesawat pribadiku #ngayal

Do we look so cool?? :))

Left to right >> Gilang, Aku, Mas Avies
Berhubung kantorku di pusat ya maaf kalau bahagia banget bisa ngantor terus main ke apron kayak begini, cause it's such an amazing view to see in every day. Bisa melihat aktivitas penerbangan tiap hari, kalau lagi suntuk atau bosen di depan komputer tinggal tengok belakang kantor dan menikmati pemandangan ini, beruntunglah kalian yang dapet penempatan di bandara :')

Rasanya ingin sekali mengunjungi ke 13 bandara AP I, pengen dinas ke cabang lagi, pengen keluar Jawa, pengen tau keunikan tiap bandara :D