Salah satu tempat wisata edukatif yang instagramable di Tawangmangu : RUMAH ATSIRI INDONESIA (RAI) Resto, Aromatic Garden & Museum
"Rumah Atsiri Indonesia adalah kompleks edu-rekreasi dengan fasilitas MICE yang berlokasi di Desa Plumbon, Tawangmangu. Merupakan hasil restorasi dari bekas pabrik Citronella Indonesia-Bulgaria tahun 1963. Rumah Atsiri Indonesia kini bertransformasi menjadi tempat kegiatan terkait edu-rekreasi, penelitian dan pengembangan minyak atsiri. Beragam aktivitas menarik ditawarkan, antara lain: jelajah museum atsiri, tur taman dengan koleksi beragam tanaman atsiri, menikmati sajian restoran dengan citarasa khas Rumah Atsiri, dan aneka workshop yang akan menghidupkan jiwa scientist kita."
Sebuah narasi pada lembar brosur Rumah Atsiri yang membuat saya tidak sabar untuk segera mengeksplor area ini. Rumah Atsiri Indonesia beralamat di Jl. Watusambang, Watusambang, Plumbon, Kec. Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57792 atau sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Solo.
Jam buka setiap hari pada pukul 10.00-17.00 WIB.
Instagram: @rumahatsiri
Website: www.rumahatsiri.com
Phone: 081211122263
Sistem tiket masuk RAI menggunakan kartu voucher senilai Rp 50.000,- per orang yang tidak dapat di refund atau di top up namun sangat lah worth it karena voucher dapat digunakan untuk masuk ke museum atsiri seharga RP 15.000,- dan juga membeli makanan, minuman hingga souvenir. Apabila saldo voucher sudah habis, maka pembayaran bisa menggunakan cash.
"Rumah Atsiri Indonesia adalah kompleks edu-rekreasi dengan fasilitas MICE yang berlokasi di Desa Plumbon, Tawangmangu. Merupakan hasil restorasi dari bekas pabrik Citronella Indonesia-Bulgaria tahun 1963. Rumah Atsiri Indonesia kini bertransformasi menjadi tempat kegiatan terkait edu-rekreasi, penelitian dan pengembangan minyak atsiri. Beragam aktivitas menarik ditawarkan, antara lain: jelajah museum atsiri, tur taman dengan koleksi beragam tanaman atsiri, menikmati sajian restoran dengan citarasa khas Rumah Atsiri, dan aneka workshop yang akan menghidupkan jiwa scientist kita."
Sebuah narasi pada lembar brosur Rumah Atsiri yang membuat saya tidak sabar untuk segera mengeksplor area ini. Rumah Atsiri Indonesia beralamat di Jl. Watusambang, Watusambang, Plumbon, Kec. Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57792 atau sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Solo.
Jam buka setiap hari pada pukul 10.00-17.00 WIB.
Instagram: @rumahatsiri
Website: www.rumahatsiri.com
Phone: 081211122263
Sistem tiket masuk RAI menggunakan kartu voucher senilai Rp 50.000,- per orang yang tidak dapat di refund atau di top up namun sangat lah worth it karena voucher dapat digunakan untuk masuk ke museum atsiri seharga RP 15.000,- dan juga membeli makanan, minuman hingga souvenir. Apabila saldo voucher sudah habis, maka pembayaran bisa menggunakan cash.
![]() |
| Lobi Rumah Atsiri |
Kesan pertama masuk RAI saya kagum sekali dengan interior design nya yang lebih mengedepankan bentuk geometris yang ditata sedemikin rupa sehingga tampak sangat serasi, juga dipadu dengan warna netral putih, coklat dan abu menambah kesan hangat. Tak menyangka restorasi pabrik tahun 1963 bisa sebegitu apiknya.
Area pertama yang saya kunjungi adalah mushola. Mushola RAI cukup luas, terletak di bawah area souvenir shop, area ini didominasi dengan material kayu, termasuk dinding dan lantai. Fasilitasnya cukup lengkap, alat ibadah, sandal wudhu, rak sepatu, dan tempat wudhu.
![]() |
| Tangga ke Mushola |
![]() |
| Area Mushola |
Beranjak dari mushola, saya menuju ke area plaza outdoor berikut,
![]() |
| Plaza RAI |
Seperti sebuah maze yang amat luas, kita dibawa mengeksplorasi area RAI dan tujuan selanjutnya saya pun menuju ke Museum Atsiri. Harga tiket masuk : Rp 15.000,- dan pembayarannya dengan melakukan taping kartu ke barrier gate dengan dibantu oleh petugas sebagai tiket masuk.
![]() |
| Penyulingan Serai |
Beranjak keluar dari museum, terdapat taman yang ditata rapih berisi tanaman penghasil minyak atsiri seperti Rosemary, Serai Hijau, Kenanga, Kanthil, Lavender, Lada, Citronella, dan lain lain. Berjalan di antara tanaman-tanaman ini saja saya bisa mencium aroma wangi nya, apalagi kalau diolah menjadi minyak esensial.
Pintu keluar bisa melalui jembatan penghubung dari museum ke gedung utama, sebelum keluar kita harus melalukan taping lagi ke gate keluar. Perbukitan tawangmangu menjadi pemandangan indah yang menemani kita menyusuri sepanjang jembatan.
Area berikutnya yang saya kunjungi adalah taman Marigold yang penuh dengan bunga marigold mekar berwarna kuning dan merah. Taman ini persis berada di sebelah resto dan menjadi spot favorit pengunjung untuk berfoto.
Saya belum sempat mencicipi makanan di resto RAI karena sudah closed order, saat itu saya menuju ke resto sekitar pukul 16.45, dan RAI tutup pada pukul 17.00.
Selain itu, ada beberapa kegiatan workshop yang bisa dilakukan, seperti pembuatan sabun, pembuatan minyak telon, membuat Kokedama, dan lain sebagainya.
![]() |
| Area Workshop |
Area terakhir sebelum pulang, Souvenir Shop yang menjual minyak esensial aromatheraphy (lavender, serai, citronella, dll) hasil produksi RAI, lilin aromatheraphy, difuser, kaos khas RAI, bath bomb kit, aksesoris, cemilan dan souvenir lainnya. Kisaran harga minyak esensial mulai dari 35.000 - 90.000 rupiah per botolnya. Lumayan banget kan untuk dijadikan oleh-oleh :)
Tips main ke Rumah Atsiri Indonesia:
- Datang sejak pagi, agar bisa puas melakukan aktivitas dan menikmati suasana disini
- Bawa kamera mirrorless jika ingin hasil fotonya bagus
- Kalau ingin foto foto, pakai outfit yang kece yak, karna banyak spot instagramable
- Kenakan outfit yang nyaman
![]() |
| Thank you |
























